Rachmatika Dewi Sosok Perubahan Kota Makassar.

WARTASULSEL.COM: Makassar -Karier Cicu, sapaan akrab Rachmatika Dewi, di panggung politik, terbilang cukup mumpuni. Tak hanya menjabat sebagai Ketua NasDem Makassar, ia bahkan bisa duduk di parlemen sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel di usianya yang masih 31 tahun.
Jebolan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan perempuan pertama yang mendampingi empat politisi sebagai jajaran pimpinan dewan sejak dilantik 2014 lalu.

“Amanah partai akan saya jaga sebaik-baiknya. Apalagi menjadi pelayan masyarakat,”. Ujarnya.

Cicu yang sebelumnya pernah berkiprah di Partai Golkar menuturkan, sejak kecil ia memiliki cita-cita sebagai dokter. Karenanya, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi. Setelah lulus, barulah ia memilih terjun ke dunia politik atas dorongan keluarga pada tahun 2008 silam.

“Perjalanan awal saya tertarik terjun ke dunia politik tahun 2008. Awalnya, aturan 30 persen perempuan setiap parpol merekrut perempuan, jadi bergabung. Berkat kerja sama keluarga dan tim, mengantarkan saya duduk di parlemen DPRD Makassar,” kenang Cicu.

Sebelumnya, Cicu adalah Anggota DPRD Kota Makassar Periode 2009-2014 melalui Partai Golkar. Pengalaman pertama terjun ke kancah politik ternyata terinspirasi oleh sang paman yakni mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin (IAS). Setelah dari Partai Golkar, ia memilih hijrah ke Partai NasDem untuk melanjutkan karir politiknya, hingga kini menjabat sebagai Ketua NasDem Kota Makassar.

“Hingga kini jadi wakil rakyat di DPRD, karena keluarga saya juga paman Pak IAS, politisi senior yang mengajarkan saya bagaimana bergaul, bagaimana mengambil langkah, dan bagaimana melayani orang banyak dalam sebuah keputusan penting, bersikap, dan serius di dunia politik,” tuturnya.

Ayah Cicu yang berprofesi sebagai seorang Jaksa, membuat Cicu sekeluarga harus tinggal berpindah-pindah. Begitu pula pendidikan dasar yang ditempuh Cicu, semasa kecil tak menentu karena selalu mengikuti dimana sang ayah bertugas.

Kondisi demikian, membuat Cicu yang masih kecil mulai bermimpi dan punya cita-cita kedepan. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, memiliki cita-cita ingin menjadi dokter agar membantu orang banyak jika sedang sakit. Kini niat tulus tersebut sudah dilewati.

“Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Pengalaman semasa kecil, Ayah sering pindah tugas, sehingga saya juga pindah sekolah. Sejak kecil cita-cita saya memang jadi dokter,” katanya.

Alumni Unhas ini kini melirik konstestasi Pilwalkot Makassar. Bahkan dirinya akan ikut andil bertarung di perhelatan lima tahunan ini. Oleh sebab itu, segala persiapan mulai dilakukan jauh hari guna menggaet hati rakyat.

Ia meyakini, gerakan politik perempuan memiliki peran penting dalam melakukan sebuah perubahan. Sehingga, perempuan sebagaimana laki-laki, hendaknya bertanggung jawab terhadap berlangsungnya sebuah tatanan pemerintah yang adil, dan perempuan memiliki hak untuk ikut serta dalam keputusan politik untuk semangat baru yang lebih baik.

“Perempuan harus menyadari dirinya bertanggung jawab dalam mengawasi berbagai perkara. Pria dan wanita harus terlibat dalam masalah sosial dan politik. Mereka harus memantau parlemen dan kinerja pemerintah. Mereka juga harus berani mengemukakan pendapatnya,” ungkapnya.

Sejak kuliah hingga saat ini, Cicu aktif dalam organisasi. Baik kampus maupun kemasyarakatan dan kepemudaan. Seperti menjadi Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Makassar, Ketua Garda Wanita (Garnita) Partai NasDem Sulsel, Wakil Ketua KNPI Kota Makassar, Wakil Ketua HIPMI Kota Makassar, Bendahara Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI), serta Ketua Partai NasDem Kota Makassar.

“Kalau organisasi dari SD aktif Pramuka, SMP Ketua PMR, setelah kuliah aktif di BEM Fakultas Kedokteran. Selama kuliah juga aktif sebagai penyiar,” kenang Cicu. 

Herman