Pembebasan Lahan Jalan Mamminasata Desa Bonto Matene Mandai BerSertifikat Ganda

WARTASULSEL.COM: MAROS -Pembebasan lahan milik warga masyarakat di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk pembangunan jalan pada proyek nasional Mamminasata, mulai muncul gejolak diantara pemilik lahan. 

Salah seorang warga bernama Hj. Siti Rabiah, mengklaim memiliki sertifikat asli pada lokasi lahan miliknya yang terkena pembebasan lahan pada proyek nasional tersebut," Ujarnya

Menurut Rabiah panggilan akrabnya, jika Sertifikat Hak Milik (SHM) yang ia miliki, terbit pada tahun 1983 dengan nomor 02459 atas nama Haji Madjid Bin Haji Muhammad, dengan luas 10863 M2. Belakangan  muncul lagi Sertifikat Hak Milik atas nama orang lain. Lahan yang telah terbit SHM atas nama orang lain tersebut justru telah dibebaskan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulsel, guna pembangunan jalan kawasan Mamminasata, tutur penerima Kuasa dari Siti Rabiah bernama Abdul Gani.

Seharusnya pihak Kantor BPN Maros bisa menjelaskan kepada kami, atas terbitnya Sertifikat lain yang ada objeknya berada diatas lahan kami,namun hingga saat ini, pihak BPN Maros, “tidak ada niat baik, untuk menjelaskan tentang terbitnya sertifikat ganda tersebut”, ini menjadi pertanyaan besar bagi pihak keluarga kami, sebab ada sertifikat yang terbit dalam satu objek lahan yang terdapat dalam satu lokasi, tegas Abdul Gani Kamis ( 9/11 ) di Maros,

Senada dengan Abdul Gani, Andi Mustari salah seorang kerabat dari H.Abdul Latif yang memiliki SHM yang lain dan lokasi lahan yang berada pada lahan milik Siti Rabiah mengatakan, jika pihaknya yang mengurus penerbitan SHM atas nama H.Abdul Latif melalui Kantor BPN Maros saat itu dan kami menanyakan kepada BPN, apakah lahan yang kami mohonkan untuk penerbitan SHM sudah memiliki Sertifikat atau belum?, dan pihak BPN Maros mengatakan, jika lokasi lahan tersebut belum pernah terbit Sertifikat, ucap Andi Mustari.

Sehingga jika saat ini ada yang mengklaim lahan tersebut milik mereka, maka seharusnya pihak BPN Maros memberikan klarifikasi dan keterangan resmi terkait adanya Sertifikat Ganda yang terbit dalam lokasi lahan yang sama.

Kami sudah menyurat ke BPN, guna meminta klarifikasi soal ini, namun mereka tidak ingin berkomentar soal terbitnya Sertifikat Ganda ini dan ini bukan Sertifikat palsu, ucap Mustari saat memberikan klarifikasi kepada kami Kamis malam.

Kantor BPN Maros sendiri saat hendak dimintai konfirmasinya soal ini, justru tidak seorangpun yang berani memberikan jawaban atas terbitnya Sertifikat Ganda ini dan bukan Sertifikat palsu.

Ahmad