Lampu Jalan Poros Maros-Makassar Yang Sudah Dikasuskan Di Kejati Berapa Waktu Lalu Kini Tidak Maksimal Dalam Memberi Sarana Penerangan Di Maros.

Kasus dugaan korupsi proyek lampu jalan disepanjang jalan poros Kota Maros, sampai perbatasan Kota Makassar yang dilaksanakan Dinas Pertambangan Kabupaten Maros tahun anggaran 2014 senilai Rp1,4 miliar.
CV. Anugrah Perdana sebagai pelaksana

Lampu jalan yang berada pada titik tengah jalan poros Maros-Makassar yang sudah menelang banyak anggaran, kini hanya jadi lampu hias tanpa fungsi.Pasalnya pantauan langsung dilapangan pada senin malam Tanggal 13/11/2017, terlihat jelas banyak yang padam dan tidak berfungsi lagi sebagai sarana penerangan.

Sepanjang jalan Poros Maros-Makassar Km 23, terlihat banyak yang padam sehingga membuat keresahan pengendara yang melalui jalan poros Maros-Makassar Km 23, bandara lama, padahal lampu jalan itu sangat penting untuk memberikan sarana penerangan bagi pengguna jalan,dan kini anggaran yang sudah direalisasikan untuk penerangan hanya jadi tontonan semata
tanpa adanya perbaikan.

setidaknya pada saat adanya perbaikan untuk pengecoran landasan lampu yang sementara ini dikerjakan harus mencari cara alternatif lain untuk bisa menangani pemadaman lampu jalan,dan juga banyak balon lampu yang sudah pecah,beda lagi dengan pemandangan di jalan Poros Maros-Makassar Km 25 (Ballu-Ballu)yang penerangannya sangat baik,yang menjadi pertanyaan sekarang mengapa ada perbedaan ditiap titik,padahal arus yang sangat rawan kecelekaan berada pada poros Maros-Makassar Km 23, bandara lama.

Seharusnya pihak terkait harus melakukan kontrol terhadap semua yang berdampak kepada kenyamanan pengguna jalan termasuk lampu jalan yang memberikan penerangan kepada pengguna jalan.Karna Jalan poros Maros-Makassar adalah Kota penyambung dari berbagi daerah yang seharusnya memberikan pelayanan yang maksimal dari segi penerangan untuk kenyamanan pengendara.

Herman/Ahmad