BBPOM Padang : Gelar Komunikasi, Informasi, Edukasi Pengawasan Keamanan Pangan dan Produk Halal

PASAMAN --- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, gelar komunikasi, informasi, edukasi (KIE) pengawasan keamanan pangan dan produk halal di Kabupaten Pasaman. Bertempat di GOR Tuanku Rao, Lubuksikaping, Kamis (7/12).

Selain dihadiri Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Amdarisman, Kadis Perindag dan Tenaga Kerja, Edison, kegiatan juga dihadiri ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kadis Perindag dan Tenaga Kerja, Edison menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan serta pemberdayaan kemandirian masyarakat terhadap pengawasan obat berbahaya yang terkandung dalam obat dan makanan.

"Peserta berjumlah 500 orang, berasal dari masyarakat dan para tokoh masyarakat juga pelaku usaha," katanya.

Kepala Balai Besar POM Padang, Drs.M. Suhendri,Apt.M.Farm mengatakan, Badan POM, sebagai lembaga pemerintah, mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pengawasan terhadap produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat. 

"Misi kita (BPOM) untuk melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan," ujarnya. 

Berdasarkan data KLB keracunan pangan yang diperoleh dari Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM tahun 2015, kasus keracunan sebagian besar terjadi pada tingkat sekolah dasar, yakni sebanyak 63 persen.

"Dengan jenis pangan penyebab keracunan adalah pangan jajanan, yang disebabkan oleh cemaran bakteri, mutu dan keamanan pangan yang rendah, cemaran kimia dan masa kadaluarsa," katanya Martin . 

Untuk di Kabupaten Pasaman, selama 3 tahun terakhir ini telah terjadi 3 kasus. Kasus KLB itu disebabkan oleh makanan bakso bakar, godok pisang dan kasus pesta.

"Itu hasilnya, setelah diuji di laboratorium adalah bakteri dan cemaran pestisida karena penempatan bahan baku yang tidak baik," ujar Martin dihadapan Bupati Yusuf Lubis.

Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, pengawasan terhadap obat dan makanan harus terus ditingkatkan, guna menghindarkan masyarakat dari zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan maupun obat-obatan.

"Sampai sekarang ini kita masih mendengar permasalahan tentang pangan. Mulai makanan yang mengandung boraks, formalin dan zat berbahaya lainnya," ujarnya.

Tidak hanya pada makanan, kata Bupati, peredaran dan penggunaan zat kimia berbahaya lainnya juga perlu diawasi pada obat dan kosmetik. Karena pada kedua produk itu, juga kerap ditemukan zat berbahaya.

"Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam obat dan kosmetik selain makanan sangat membahayakan bagi keselamatan jiwa manusia," tukasnya. (Anto)